Mensos Temui Nelayan Natuna, Salurkan Sembako dan BST Penanganan Dampak Covid-19

  • Whatsapp

Riau, ArahKata – Menteri Sosial Juliari P. Batubara mengunjungi para nelayan untuk menyalurkan bantuan sosial dan memantau langsung penyaluran bantuan sosial di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (22/9).

“Saya melihat langsung kehidupan sosial saudara-saudara kita yang ada di Natuna. Ingin bertemu dan memantau dari dekat bagaimana proses penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) di wilayah ini,” kata Mensos Juliari dalam keterangan tertulisnya yang diterima ArahKata.com, Selasa (22/9/2020).

Tiba di Natuna, Mensos menuju TPI Selat Lampa, Kecamatan Pulau Tiga menghadiri Bakti Sosial Operasi Cegah Tangkal 2020. Kegiatan ini merupakan kerja sama Badan Keamanan Laut (Bakamla) dengan Kemensos dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB) dalam bentuk penyaluran bantuan sosial dan bantuan kesehatan.

Penyaluran bantuan sosial ini dihadiri 75 warga dari Kecamatan Pulau Tiga, Kecamatan Pulau Tiga Barat, Kecamatan Bunguran Selatan, dan Kecamatan Pulau Laut. Seluruh hadirin dan peserta telah mengikuti tes usap Covid-19 dan seluruh peserta negatif yang dilakukan oleh Tim gabungan dari Puskesmas Pulau Tiga, Puskesmas Pulau Tiga Barat dan Tim Medis Bakamla.

Selanjutnya Mensos didampingi Dirjen PFM berkunjung ke Kantor Pos Ranai, Ranai Kota, untuk melihat proses pencairan BST oleh petugas PT Pos kepada penerima manfaat.

Dalam kunjungan ini Mensos menyapa dan berdialog dengan penerima bansos dan mengingatkan agar mereka senantiasa menjalankan protokol kesehatan sepulang dari mengambil bantuan.

Mensos mengatakan pemerintah menetapkan kebijakan Jaring Pengaman Sosial dalam rangka penanganan dampak Covid-19. Bantuan Sosial Sembako dan Bantuan Sosial Tunai merupakan bagian dari JPS yang berada di bawah tanggung jawab Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin.

BST gelombang pertama adalah Rp600.000 per bulan pada April, Mei, Juni. BST gelombang kedua adalah Rp300.000 per bulan selama Juli sampai dengan Desember 2020.

Target penerima BST adalah 9.000.000 keluarga miskin, tidak mampu, dan/atau rentan terkena dampak pandemi Covid-19.

“Mudah-mudahan bantuan sosial yang disalurkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat prasejahtera sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan dasarnya,” kata Juliari.

Untuk diketahui, total BST di Kabupaten Natuna adalah Rp1,7 miliar yang disalurkan kepada 5.784 KPM. Sementara untuk total bansos reguler Program Sembako untuk Kabupaten Natuna adalah Rp7,3 miliar untuk 3.175 KPM.

Salah seorang nelayan Mustofa (50) mengaku problem utama yang dihadapi sejak pandemi Covid-19 adalah menurunnya penjualan ikan hasil tangkapan. “Hasil tangkapan banyak, tapi kurang laku karena kegiatan di pasar sempat terhenti akibat Korona,” kata warga Desa Cemaga, Kecamatan Bungutan Selatan ini.

Menurut Mustofa, lebih dari enam bulan terakhir pendapatannya menurun drastis sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Ikan-ikan yang tak laku, ia asinkan agar tetap dapat dikonsumsi keluarga. Ia berharap bantuan pemerintah dapat mengalir hingga ke desanya sehingga para nelayan terbantu ekonominya.

Turut mendampingi Mensos adalah Dirjen PFM Asep Sasa Purnama, Dirjen Dayasos Edi Suharto, dan Direktur K2KRS Joko Irianto, Bupati Kabupaten Natuna, Kadis Sosial Provinsi kepulauan Riau, Direktur Mitigasi BNPB, Kepala Bakamla RI, dan Pimpinan PT POS. (SR)

 

Pos terkait