Ahli Waris BANI Menang Kasasi, Kuasa Hukum : Kubu Husseyn Harus Kooperatif dan Taati Amar Keputusan

  • Whatsapp

Jakarta, ArahKata – Persengketaan yang membelit Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) berakhir setelah Mahkamah Agung (MA) dalam putusan kasasi nya pada 29 Oktober 2019 memenangkan para ahli waris pendiri BANI.

Demikian hal tersebut dikatakan kuasa hukum ahli waris BANI Dr. Ir. Anita D. A. Kolopaking, SH, MH, FCBArb kepada wartawan di Kantor BANI Sovereign Plaza, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (28/11/2019).

Dari keputusan kasasi tersebut, kata Anita, Mahkamah Agung menolak permohonan banding kubu Husseyn Umar dan kawan kawan. Artinya, keputusan itu sudah menjadi kekuatan hukum yang tetap (inkracht).

“Karena dalam putusan Kasasi MA juga memutuskan menguatkan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang sebelumnya telah menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam perkara nomor 674/Pdt.G/2016/PN Jkt.Sel,” jelasnya.

Kemudian dalam pokok perkara dari amar keputusan MA telah mengabulkan gugatan para penggugat. Pasalnya, ungkap Anita, para tergugat tersebut telah melakukan perbuatan melawan hukum. “Sehingga MA menolak seluruh eksekpsi para tergugat dan turut tergugat,” tuturnya.

Selanjutnya, MA pun meminta Bani Mampang (Tergugat) untuk menyerahkan BANI kepada ahli waris (Penggugat) dari beberapa pemodal, pendiri dan pelopor. “Ahli waris yang dimaksud adalah Arman Sidharta Tjitrosoebono, Arno Gautama Harjono, Arya Paramite, Nurul Mayafaiza Permita Leila, Sariswati Permata Vitri, Mounti Rigveda Putra dan Dewi Saraswati Permata Suri,” jelasnya.

Mereka itu, ungkap wanita berhijab dan berkacamata ini adalah ahli waris dari pendiri BANI yang tercantum dalam dokumen pendirian BANI. Namun karena enam pendiri BANI antara lain, Prof. R. Soebekti, SH, Marsekal (Purn) Suwoto Sukendar, Yulius Yahya, Harjono Tjitrosoebono, SH, H. Priyatna Abdurrasyid dan J. Abubakar, SH telah meninggal dunia maka diteruskan kepada para ahli warisnya yang sah.

Selain itu, MA juga memutuskan agar tergugat (Bani Mampang) untuk menyerahkan unit perkantoran milik BANI yang terletak di Menara 165 Unit D Lantai 8 di Jalan TB Simatupang Kav 1, Cilandak Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan beserta isinya.” Intinya keputusan yang sudah berkuatan hukum tetap (inkracht) secara otomatis sudah harus dijalankan Kubu Husseyn Umar dan kawan-kawan secara kooperatif. Dan tidak perlu lagi kami harus melakukan permohonan eksekusi karena itu sudah tereksekusi saat itu juga. Jadi Kooperatif saja,” imbuhnya.

Ahli Waris BANI Arman Sidharta Tjitrosoebono menginginkan adanya langkah-langkah konsolidasi agar BANI akan tetap dilanjutkan dan membicarakan kedepannya untuk BANI yang lebih solid yang sama-sama diinginkan yang terbaik.

“Kita akan lakukan langkah-langkah konsolidasi tersebut. Membicarakan kedepannya bersama-sama termasuk keberlangsungannya para pegawai BANI. Kita carikan solusi itu,” ungkap Arman.

Namun saat ditanya ArahKata.com kapan akan dilakukan langkah-langkah konsolidasi tersebut, ahli waris BANI Arman belum tahu pasti dan akan dibicarakan dengan para ahli waris lainnya.

“Yang pasti konsolidasi itu pasti ada. Untuk kapan dan dimana nya kita belum tahu, akan dibicarakan dulu dengan ahli waris lainnya,” ungkap Arman.(SR)

Pos terkait