BPH Migas Pastikan Rekind Laksanakan Proyek Ruas Transmisi Cirebon – Semarang Sesuai Target

  • Whatsapp

Jakarta, ArahKata – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) pastikan PT Rekayasa Industri (Rekind) agar pembangunan proyek pipa gas Cirebon-Semarang sepanjang 255 Kilometer dapat terlaksana selama 24 bulan. Pasalnya, proyek ini mengalami keterlambatan selama 13 tahun.

“Kita minta Rekind proyek ini dapat terlaksana. Kalau tidak ya tender akan diulang lagi,” kata Kepala BPH Migas, M. Fanshurullah Asa dalam keterangan pers nya, Rabu (5/2/2020).

Kendati demikian, Rekind telah menyampaikan komitmennya untuk konsisten dengan spesifikasi penawaran lelang tahun 2006. “Dengan komitmen tersebut, kita berharap pembangunan ruas pipa transmisi gas bumi Cirebon – Semarang dapatkan diselesaikan dan dilaksanakan dengan baik,” katanya.

“Sehingga penerapan toll – fee 0,36 USD/MMBTU sesuai hasil lelang tahun 2006 dapat terealisasi,” tambahnya.

Dengan komitmen dari Rekind, ungkap Dia, maka Groundbreaking atau peletakan batu pertama proyek tersebut akan dilakukan Jumat (7/2/2020). “Jumat nanti kita akan groundbreaking pembangunan ruas tramsmisi Cirebon – Semarang. Tentunya pembangunan infrastruktur gas bumi ini dapat memberi nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, diharapkan bisa mendorong pengembangan kawasan industri baru di sepanjang jalur tersebut. Dan para pelaku industri diharapkan dapat beralih menggunakan bahan bakar dengan memanfaatkan gas bumi dalam pengoperasiannya.

“Pembangunan pipa Cirebon-Semarang ini akan sangat bermanfaat dalam mendukung terintegrasinya pipa gas bumi trans Sumatera dan Jawa. Terlebih ekspor gas bumi ke Singapura yang tidak akan diperpanjang pada 2023 mendatang,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Rekind Yanuar Budinorman mengatakan dengan dilaksanakannya groundbreaking, menjawab komitmen besar Rekind untuk merealisasikan proyek ruas transmisi Cirebon – Semarang.

“Ini akan menjadi solusi pasokan energi gas yang berkelanjutan guna menyokong daya saing industri di pulau Jawa. Mengingat konsumen di pulau tersebut sangat besar dan dapat menggerakan sektor ekonomi,” pungkasnya.

Yanuar meminta agar semua pihak yang terlibat dapat lebih kooperatif, sehingga pembangunan ini dapat diselesaikan sesuai waktu dan target yang ditentukan. ” Ya kita berharap pembangunan ruas transmisi Cirebon – Semarang ini sesuai dengan waktu yang disepakati,” katanya.

Untuk diketahui, kapasitas desain proyek ini adalah 350 sampai 500 MMSCFD.  Nilai toll fee yang akan berlaku adalah 0,36 USD per MMBTU. Sementara untuk nilai investasinya adalah sebesar USD 169 juta atau setara Rp 2,3 triliun. (SR)

Pos terkait