Dirlantas Polda Metro Jaya : Pengendara Boleh Saja Berboncengan Asal Ada syaratnya

  • Whatsapp

Jakarta, ArahKata – Polemik masyarakat terkait Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta mengenai sepeda motor dilarang berboncengan di tepis pihak Kepolisian dan Dinas perhubungan (Dishub) DKI . Disebutkan Dalam Pasal 18 ayat 5 Pergub PSBB di Jakarta, tidak diatur soal larangan pemotor pribadi berboncengan.

Dalam keterangannya Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yoga menjelaskan, sepeda motor boleh berboncengan asal memenuhi sejumlah syarat tertentu.

Hal itu sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) No 33 tahun 2020 Pasal 18 yang mengatur tentang PSBB di Jakarta.

“Motor berboncengan diperbolehkan, asalkan wajib menggunakan masker dan sarung tangan,” katanya di Mapolda Metro Jaya, Jumat (10/4/2020).

Dalam Pasal tersebut dijelaskan sepeda motor yang dilarang membawa penumpang berlaku untuk ojek daring (online) di DKI Jakarta.

“Untuk ojek online roda dua tidak diperbolehkan membawa penumpang dan hanya untuk barang.Jadi tidak boleh bawa penumpang,” jelas Sambodo.

Di dalam Pergub No 30 juga disebutkan, pemotor yang ingin beraktivitas sesuai dengan ketentuan harus menggunakan masker dan sarung tangan dan usai dikendarai harus di sterilisasi dengan disinfektan.

“Motor yang selesai digunakan harus disemprot dengan disinfektan. Pemotor dengan suhu tinggi juga tidak diizinkan berkendara,” ujar Sambodo.

Selanjutnya Sambodo menambahkan, Untuk kendaraan roda empat baik pribadi atau angkutan umum jumlahnya dibatasi hanya 50 persen penumpang.

“Contoh, Untuk mobil yang 7 seater atau tempat duduk, hanya boleh 4 penumpang dan berjarak. Lalu untuk mobil seperti sedan yang 5 seater hanya boleh 3 orang,” katanya.

“Kemudian Semua orang (penumpang) di dalam kendaraan wajib mengenakan masker, ini juga berlaku di semua moda transportasi lainnya,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kadishub DKI Syafrin Liputo mengatakan, motor pribadi boleh berboncengan dengan catatan penumpang dan pengemudi satu alamat.

“Untuk motor pribadi bisa mengangkut penumpang dengan catatan penumpang satu alamat dengan pemilik kendaraan dimaksud,” katanya.

Berikut Peraturan Gubernur (Pergub) No 35 tahun 2020 Pasal 18 ayat 5 terkait penggunaan sepeda motor selama pelaksanaan Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta.

Pasal 18

(5) Pengguna sepeda motor pribadi diwajibkan untuk mengikuti ketentuan sebagai berikut:

a. digunakan hanya untuk pemenuhan kebutuhan pokok dan/atau aktivitas lain yang diperbolehkan selama PSBB;

b. melakukan disinfeksi kendaraan dan atribut setelah selesai digunakan,

c. menggunakan masker dan sarung tangan; dan

d. tidak berkendara jika sedang mengalami suhu badan diatas normal atau sakit.

Hal ini berbeda dengan angkutan umum roda dua atau ojek Daring (online). Dalam Pergub yang merujuk pada Permenkes no 9 tahun 2020 tentang PSBB, Ojek daring tidak diizinkan membawa penumpang, hanya diperbolehkan membawa barang, sesuai Pergub pasal 18 ayat 6.

Pasal 18

(6) Angkutan roda dua berbasis aplikasi dibatasi penggunaannya hanya untuk pengangkutan barang.

Sementara itu untuk ketentuan mobil pribadi dan transportasi umum dalam berkendara, diatur mengenai jumlah penumpangnya. Yakni, harus separuh dari kapasitas mobil tersebut. (SR)

Pos terkait