Djoko Tjandra Daftar PK di PN Jaksel ?, Ini Pengakuan Kuasa Hukumnya

  • Whatsapp

Jakarta, ArahKata – Tim kuasa hukum Djoko Soegiarto Tjandra (DST) membenarkan bahwa kliennya datang ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan untuk mendaftarkan Peninjauan Kembali (PK) atas kasusnya cessie Bank Bali yang telah diputuskan oleh Mahkamah Agung.

“Benar, kami bersama DST di PN Jaksel guna mengajukan PK terhadap putusan MA No.12 PK/PID.SUS/2009 tanggal 11 Juni 2009 dan putusan MK No.33/PUU-XIV/2016 tanggal 12 Mei 2016 yang bertentangan khususnya terhadap penerapan Pasal 263 ayat (1) KUHP,” tutur kuasa hukum DST, Andi Putra Kusuma dalam keterangan pers nya di gedung Sovereign Plaza, Jakarta, Rabu (1/7/2020).

“DST mendaftar langsung ke PN Jakarta Selatan melalui pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) dan pengajuan permohonan PK dilakukan karena ada dua putusan yang saling bertentangan,” tambahnya.

Andi yang didampingi rekannya ini pun membenarkan juga bahwa DST sempat berada di Indonesia pada 8 Juni 2020. Namun dirinya tidak mengetahui bahwa DST berada di Indonesia sudah ada selama 3 bulan. “Saya tahu hanya melihat dari berita media massa saja,” ucapnya.

Dan mengenai DST masuk ke Indonesia, dirinya pun sama sekali tidak mengetahui. Andi menegaskan dirinya bertemu dengan DST di saat beliau sudah berada di Indonesia. “Disini kami sebagai kuasa hukum, tidak mengurusi bagaimana caranya klien kami bisa masuk ke Indonesia,” ucap Andi.

Untuk diketahui, PN Jaksel telah menggelar sidang perdana gugatan PK Djoko Soegiarto Tjandra  dalam kasus cessie Bank Bali pada 29 Juni 2020. Namun DST tidak dapat menghadiri persidangan tersebut dengan alasan sakit.

“Ada surat keterangan sakit beliau yang  berasal dari Kuala Lumpur, Malaysia. Surat itu diserahkan pada sidang perdana,” sebutnya.

Kendati demikian, Tim kuasa hukum berharap pada persidangan PK tanggal 6 Juli 2020, DST dapat menghadiri persidangan yang akan digelar di PN Jakarta Selatan.  akan mengonfirmasi kehadiran Djoko di sidang nanti.

“Kami akan segera konfirmasi ke beliau, bisa hadir atau tidaknya dalam sidang nanti,” kata Andi.

Pasalnya, kata Andi, hingga saat ini kesehatannya masih belum membaik. Tapi kami berharap beliau bisa datang. Jadi mohon doakan DST agar sebelum tanggal 6 Juli nanti, dirinya dalam keadaan sehat dan bisa hadir dalam persidangan,” tutup Andi. (SR)

Pos terkait