oleh

DPRD Desak Anies Putuskan Lockdown di Jakarta

Jakarta, ArahKata – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, diminta segera memutuskan nasib ibu kota. Hal tersebut sangat diperlukan untuk mencegah penyebaran pandemi covid-19 (virus corona) yang tengah melanda Jakarta.

“Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, solus populi suprema lex. Pak Gubernur harus segera melakukan penguncian (lockdown) Jakarta selama 14 hari saja dan menyiapkan formula penanganan warga yang terdampak,” ujar Ketua Komisi A DPRD DKI, Mujiyono, Jum’at (27/3).

Berdasarkan kalkulasinya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta hanya perlu mengalokasikan anggaran sebesar Rp3-5 Triliun untuk menutup kebutuhan warga terdampak. Alokasi itu bisa diambil dari anggaran kegiatan yang tidak prioritas pada APBD DKI 2020.

“Asupan energi sesuai standar angka kecukupan gizi (AKG) dari Kementerian Kesehatan (bila mengambil patokan 2150 kkal). Dengan kata lain, warga mengeluarkan minimal Rp33 ribu per hari untuk makan. Kalau semua warga Jakarta ditanggung selam 14 hari, hitungan saya hanya butuh Rp5 triliun,” paparnya.

“Selama 14 hari lockdown itu, Pemprov DKI harus bisa menjamin kebutuhan warganya. Misal dengan mendistribusikan bahan pangan langsung ke setiap rumah seperti yang dilakukan Filipina, tapi warga wajib berdiam diri di rumah,” tuturnya.

Ia yakin, stok pangan di Jakarta bisa mencukupi hingga usai Hari Raya Idul Fitri. Bahan pangan tersebut diusulkan untuk diberikan gratis oleh pemerintah selama masa penguncian itu. Dia mendesak agar mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu memiliki sikap tegas demi keselamatan warganya.

“Urusan populis atau tidak populis itu tabrak saja dulu, karena keselamatan warga Jakarta ini nomor satu. Pemerintah harus memperketat pengawasan untuk memeriksa akses keluar-masuk Jakarta, sebagai upaya pemerintah menghentikan penyebaran wabah ke daerah lainnya,” kata dia.

Namun, dia tidak menyetujui jika penanganan warga terdampak dibantu dengan dana bantuan langsung tunai (BLT). Pasalnya, pemberian dana bantuan tersebut rawan dikorupsi oleh pihak yang mengambil kesempatan dalam musibah. (SR)

Komentar

News Feed