Dua Stafsus Milenial Mundur, Gerindra Minta yang Lain juga Mundur

  • Whatsapp

Jakarta, ArahKata – Langkah Andi Taufan Garuda Putra mundur dari jabatan Staf Khusus (Stafsus) Presiden Jokowi Bidang Ekonomi dan Keuangan diapresiasi oleh politikus Partai Gerindra Kawendra Lukistian. Dia pun meminta stafsus milenial lainnya mundur.

“Menurut saya, Andi Taufan Garuda gentle. Mengakui tidak luput dari kekurangannya,” ujar Kawendra Lukistian, Jumat (24/4/2020).

Kawendra menilai Taufan yang juga bos PT Amartha Mikro Fintek meniru mantan Menteri Pembangunan Internasional Inggris Michael Bates dan Mantan Menteri Dalam Negeri Inggris David Blunkett. Diketahui, Michael Bates mengundurkan diri dari jabatan itu hanya karena telat datang rapat satu menit.

Sedangkan David Blunkett mundur dari jabatan Menteri Dalam Negeri Inggris karena ketahuan bantu urus Visa pembantu dari pacarnya. “Semakin banyak milenial yang memberi contoh dalam bersikap tentu semakin baik, jangan sampai milenial malah jadi biang sengkarut yang membebani kepala negara dalam hal ini presiden,” ujar Kawendra.

Dia mengatakan, Presiden Jokowi yang menghadapi berbagai problem bukan diringankan, malah diperberat dengan kepentingan sekelilingnya tersebut. “Dengan mengumumkan pengunduran diri di hari pertama puasa Ramadhan, semoga itu menjadi penyucian hati. Terima kasih, Bro Andi Taufan Garuda, Anda telah membantu menjaga muruah dan integritas anak muda,” tuturnya.

Dia pun meminta para stafsus milenial lainnya untuk meniru Andi Taufan dan Adamas Belva Syah Devara yang lebih dahulu mengundurkan diri. “Pesan saya untuk seluruh stafsus presiden, bila selama ini coba menyusupi kepentingannya tapi belum diketahui publik, segera mundurlah, sebelum Tuhan membuka semua. Tiru Andi Taufan dan Belva,” pungkasnya.

Diketahui, Andi Taufan sebelumnya menggunakan kop surat Sekretariat Kabinet untuk kepentingan kerjasama perusahaannya, PT Amartha Mikro Fintek sebagai relawan virus corona terus menuai kritikan. Surat Andi Taufan Garuda Putra itu sebelumnya dikirimkan ke semua camat di Indonesia. Namun, dia sudah melayangkan permohonan maaf dan menarik kembali surat tersebut.

Sementara Adamas Belva Syah Devara mengundurkan diri dari jabatan stafsus karena polemik keterlibatan perusahaannya, Ruangguru dalam program Kartu Prakerja. (SR)

Pos terkait