Gelar Mukernas Pertama, HIPPI Ingatkan Pelaku Usaha UKM Perubahan di Era Digital

  • Whatsapp

Jakarta, ArahKata – Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) menggelar Mukernas yang pertama dipengurusan 2016-2021. Dan di agenda mukernas pun Hippi mengadakan Dialog UKM Nasional dengan tema ‘Masa Depan Indonesia UKM di Era Digital’.

Hippi mempunyai visi dan misi ingin meningkatkan para pengusaha UKM. Dan ini sudah 43 tahun selama didirikan oleh Probosutedjo. Hippi kata chairman APPI Suwandi Wiratno, visi dan misinya jelas untuk menampung usaha-usaha pribumi. Kenapa ?

“Hippi ingin pengusaha-pengusaha UKM menjadi pelaku usaha yang bisa sukses atau maju dinegaranya sendiri,” jelas Suwandi saat dihubungi wartawan, Kamis (12/12/2019) sore.

Hippi bertemakan ‘Masa Depan Indonesia UKM di Era Digital’ menurut ia, pasalnya di dunia usaha tidak lepas dari perubahan. Tentunya, perubahan tersebut berupa teknologi dan pastinya perkembangannya sangat cepat didalam perubahan usaha.

Suwandi mencontohkan, didalam proses jual beli tentunya customer datang ke suatu tempat, dan karena perubahan usaha yang sudah berkembang¬† kini sudah mulai ditinggalkan. “Artinya bahwa generasi kini sudah berkembang dengan cepat,” ungkapnya.

Oleh karenanya, Hippi perlu membuat para pelaku usaha dari anggota atau pengurus daerah agar bangun dari tempat tidurnya. “Ini yang sebenarnya banyak masalah yang menjadi isu dan menjadi permasalahan dari para UKM kita,” imbuhnya.

Pasalnya, ungkap Suwandi, banyak para pengerajin-pengerajin pengusaha UKM didaerah yang banyak keterampilan yang luar biasa. Namun, dari cara melakukannya sangat konvesional.” Jadi produksi yang dilakukannya juga tidak menjadi besar. Inilah yg menjadi isu dan akhirnya menjadi permasalahan dari para UKM kita,” ujarnya.

Dan menjadi permasalahan salah satunya adalah keterbatasan dana. Karena tentunya para pengusaha UKM sangat perlu dana. Namun pinjaman dana dari perbankan tentu perlu adanya jaminan walaupun ada KUR tapi tetap pihak perbankan mempunyai managemen resiko sehingga jaminan tetap diminta. “Ya sebenarnya ada KUR tidak perlu jaminan. Dan yang menjadi jaminan adalah usahanya. Tetapi disini pihak perbankan tidak mau beresiko dan tetap diminta jaminan nya,” jelas Suwandi.

“Selain itu, tentu ada kekhawatiran dari perbankan dari pengusaha gagal bayar. Karena yang namanya orang berusaha tidak selamanya sukses,” tambahnya.

Untuk itu, Hippi mengingkatkan para pelaku usaha UKM apabila ingin meminjam dana usaha baik dari perbankan atau dari tempat peminjaman lainnya agar dapat membayar atau melunasi dengan waktu yang sudah disepakati. (SR)

Pos terkait