Giwo Rubianto Kembali Terpilih Sebagai Ketua Umum Kowani Masa Bhakti 2019-2024

  • Whatsapp

Jakarta, ArahKata – Petahana Giwo Rubianto Wiyogo akhirnya terpilih kembali sebagai Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) periode 2019 – 2024. Mantan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ini meraih suara terbanyak 441 suara. Sementara rivalnya Ony Jafar Hafsah meraih 245 suara.

Ketika nama Ketua Umum Gerakan Wanita Sejahtera itu disebutkan sebagai pemenang, suara tepuk tangan bergemuruh dari para pendukungnya. Giwo Rubianto yang mengenakan busana serba hijau itu pun silih berganti mendapatkan ucapan selamat. Tak tertinggal, peluk cium dan foto bersama. Ony Jafar Hafsah pun turut memberikan selamat dengan menghampiri sang ketua umum Kowani terpilih.

Giwo Rubianto yang punya nama asli Sri Woerjaningsih ini mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada dirinya.
“Kami bersama seluruh anggota akan mewujudkan Kowani sebagai wadah pemersatu dan perjuangan pemajuan perempuan Indonesia yang bermartabat, berbudaya, kreatif, profesional, berdaya saing, dan mandiri,” kata Giwo dalam kata sambutannya di Kongres XXV KOWANI yang bertema “Peran Ibu Bangsa Menuju Indonesia Maju” di Jakarta, Rabu (4/12/2019) malam.

“Kita masih membutuhkan kinerja Kowani yang mampu melakukan upaya sistemik agar masalah bangsa ini bisa dicarikan solusinya,” ucapnya.

Selanjutnya, dirinya berkeinginan untuk melanjutkan founding mother, agar perempuan jangan sampai tergeser dan harus kuat. “Sehingga dapat meneruskan perjuangan dan hal-hal yang belum sempurna dapat disempurnakan,” tuturnya.

“Dalam 5 tahun kita bagi tugas merata dan tugas tidak hanya pada ketum semata, tapi semuanya. InshaAllah kinerja kita akan semakin baik dan sukses seperti yang dulu,” ungkapnya.

Tentunya, Giwo mengharapkan bantuan dan dukungan dari semua anggota Kowani untuk dapat melanjutkan Kowani kedepannya lebih solid. Ketum Giwo meminta agar hasil-hasil yang belum optimal dapat disampaikan dengan tulus kepada Kowani. “Kami akan mengetuk pintu organisasi-organisasi yang tergabung dalam Kowani untuk dapat bersinergi bersama-sama. Marilah kita tanggungjawab bersama memikul beban untuk memajukan perempuan Indonesia,” tegasnya.

Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan Kowani. Terlebih saat ini masalah perempuan semakin kompleks. Kasus kejahatan seksual, KDRT, trafiking, masalah kesehatan perempuan, ekonomi perempuan dan pendidikan. “Mari kita perjuangkan harkat dan martabat perempuan Indonesia,” cetusnya.

“Jangan tanyakan apa yang dapat Kowani berikan, tetapi bertanyalah apa yang dapat kau berikan kepada Kowani. Apa-apa yang telah diberikan kepada Kowani, InshaAllah Allah balas dengan pahala yang berlimpah,” tutup Giwo. (SR)

Pos terkait