Klaim Rokok Elektrik Lebih Aman Itu Menyesatkan!

  • Whatsapp

Jakarta, ArahKata – Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, mengatakan, rokok elektronik tidak lebih aman dibandingkan rokok biasa sehingga sudah seharusnya dilarang. Menurutnya, jika ada yang menilai rokok elektrik aman adalah mitos belaka saja.

“Klaim rokok elektronik lebih aman adalah mitos dan menyesatkan,” kata Tulus saat dihubungi di Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Untuk diketahui artikel berjudul “Cigarette Smokling Kills; Vaping e-Cigarette Kills, Too” dari Aliansi Pengendalian Tembakau Asia Tenggara (SEATCA) yang diperbarui pada 28 September 2019, klaim bahwa rokok elektronik lebih aman 95 persen dibandingkan rokok biasa pertama kali dipublikasikan Public Health England (PHE) pada 2015, meskipun kelemahan studi tersebut diakui sendiri oleh penulisnya, David Nutt dan kawan-kawan.

Namun, klaim tersebut sudah dibantah oleh analisis British Medical Journal. British Medical Journal menemukan bahwa penelitian tersebut disponsori Euroswiss Health yang memiliki riwayat bekerja sama dengan industri rokok.

Penelitian tersebut juga didukung Lega Italiana Anti Fumo (LIAF) yang salah satu penelitinya terlibat dalam penelitian tersebut dan menyatakan dibiayai oleh sebuah perusahaan rokok elektronik.

Karena itu, jurnal kedokteran terkemuka The Lancet dalam editorial yang berjudul “E-cigarettes: Public Health England’s evidence-based confusion” memberikan catatan bahwa terdapat potensi konflik kepentingan terkait penelitian tersebut.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono meminta masyarakat tidak menggunakan vape untuk alasan kesehatan.

“Dari awal pernyataan kami adalah melarang. Pelarangan bukan pembatasan,” kata Anung kepada wartawan di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (11/11).

Pos terkait