KPAI Sebut Perayaan Imlek Jadi Kebahagian Anak-anak Indonesia

  • Whatsapp

Jakarta, ArahKata – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra menyebut kebahagiaan Indonesia akan dirasakan anak-anak dengan datangnya Hari Raya Imlek yang dirayakan pada 25 Januari 2020. Melihat lilin merah dalam fisik besar yang dinyalakan setiap Imlek, pertunjukan barongsai, menerbangkan lampion dan warna warni lampion di malam hari yang disajikan rumah ibadah dan fasilitas publik seperti di mal-mal akan menyita perhatian anak anak.

Begitu juga budaya berbagi kue keranjang, dan angpao. Anak-anak di Indonesia sudah biasa menyebutnya. Para tetangga dan keluarga yang bertamu ke rumah akan disajikan kue keranjang dan ikan Bandeng Imlek. Tentunya akan menjadikan suasana hangat di setiap keluarga yang merayakannya.

Dia mengatakan, biasanya yang paling menikmati dari kemeriahan Imlek adalah anak-anak. Dengan menikmati pertunjukan barongsai sambil menikmati kue keranjang. Apalagi ikut acara menerbangkan lampion.

“Budaya berbagi kebahagiaan dan kesejahteraan sangat menyehatkan spritual anak-anak, dengan batin yang diliputi kebahagiaan. Baginya banyak nilai yang terkandung besar bagi anak-anak Indonesia. Terutama dalam mengenal silang budaya dan saling menghormati sesama,” ujar Jasra kepada wartawan, Jumat (24/1/2020).

Di sisi lain, kata Jasra, momentum Hari Raya Imlek juga bertepatan dengan Hari Gizi Nasional. Untuk itu kebahagiaan akan lengkap jika semua makanan yang disajikan di Hari Raya Imlek tersebut dikonsumsi dengan gizi yang seimbang.

Selain itu, Jasra juga mengingatkan para orang tua yang terbiasa memberikan akses anak-anaknya tranksaksi online memesan makanan. “Memang pesanan makanan melalui media daring memicu industri olahan makanan lebih kreatif dan beragam. Namun bila tidak diperhatikan baik-baik bisa membahayakan anak, bila mengkonsumsi gizinya tidak seimbang,” tegas Jasra.

Masyarakat bisa belajar di beberapa negara yang mencatat konsumsi makanan setiap warganya sehingga ada reminder. “Ada baiknya orangtua mengenalkan kandungan setiap makanan yang dikonsumsi anak-anak. Karena seringkali anak-anak tertarik dengan bentuknya, atau senang dengan rasanya, tetapi tanpa dilengkapi informasi kandungan makanan dan gizinya. Agar anak-anak memiliki pola makan seimbang,” tutupnya. (SR)

Pos terkait