Lumpuhkan Perekonomian, Pemkab Aceh Tamiang Hentikan Aturan Jam Malam Bagi Masyarakat

  • Whatsapp

Aceh Tamiang, ArahKata — Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menghentikan pemberlakuan aturan jam malam yang dikeluarkan oleh pemerintah Provinsi Aceh, khususnya bagi masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.

Awalnya, Maklumat tentang aturan jam malam itu merupan inisiatif Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Aceh sebagai langka antisipasi meluasnya sebaran Corona Virus Disease 2019 ( COVID-19 ).

Dalam maklumat itu, Pemrov Ace membatasi aktivitas masyarakat mulia pukul 20: 30 – 5:30 WIB, berlaku sejak 30 Maret 2020 sampai dengan 29 Mei 2020 mendatang.

Akan tetapi aturan terkait penerapan jam malam itu justru dinilai melumpuhkan aktivitas dan perekonomian masyarakat, terutama bagi para pelaku usaha kecil seperti warung makan dan beberapa usaha lainnya.

Oleh karena itu, Bupati Aceh Tamiang melalui Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Pemkab Aceh Tamiang, Agusliyana Devita meminta masyarakat untuk tatap beraktivitas seperti biasanya, namun tetap waspada dan jaga jarak.

“Kepada masyarakat khususnya para pedagang agar tetap beraktivitas dengan catatan agar tetap waspada dan menjaga jarak baik antar sesama pedagang maupun pembeli,” jelas Humas Pemkab Aceh Tamiang melalui siaran pers, Jumat, (3/4/2020)

Setelah dihentikannya aturan jam malam tersebut, Pekab Aceh Tamiang berharap agar aktivitas perekonomian masyarakat dapat berjalan normal seperti biasanya.

“Setelah aturan jam malam ini dicabut, dengan demikian aktivitas kembali berjalan dengan normal. Masyarakat bisa kembali berjualan malam hari,” terang Agusliyana Devita.

Selain itu, Bupati Aceh Tamiang melalui Kabag Humas Agusliyana Devita berharap agar para pedagang menjaga kebersihan disekitar tempat jualan masing-masing.

“Makanan yang dijual agar dibungkus secara higienis dan hindari kerumunan untuk mengantisipasi penyebaran virus covid-19,” tambah Agusliyana.

“Bapak Bupati perpesan ada baiknya atau menyarankan sebaiknya makanan yang dibeli lebih baik dibungkus dan dibawa pulang kerumah saja. Dari pada makan di tempat keramaian. Dan jika ada perubahan atas kebijakan lainnya akan diberitahukan lebih lanjut,” tutup Agusliyana.

Penulis : Chaidir
Editor: Yohanes Marto

Pos terkait