Masyarakat yang Belum Terakomodir Program BLT DD akan Mendapat Bantuan dari Daerah

  • Whatsapp
Penyerahan BLT DD secara simbolis oleh Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur, Bonaventura Jemarut, SH kepada lansia di Desa Leong, Senin, (1/06/2020) Foto: Arahkata.com || Yohanes Marto.

“Masyarakat yang belum terakomodir dalam program bantuan langsung tunai Dana Desa ( BLT DD ) akan mendapatkan Bantuan Sosial Tunai ( BST ) dari APBD I melalui dinas sosial Kabupaten Manggarai Timur,” kata Yohanes Jeharu

Matim, Arahkata.com–Pemerintah Desa ( Pemdes ) Leong Kecamatan Poco Ranaka Kabupaten Manggarai Timur ( Matim ) mengalokasikan anggaran Bantuan Langsung Tunai ( BLT ) senilai senilai Rp 354,600,000 atau 30% dari total nggaran Dana Desa ( DD ) tahun 2020 yaitu Rp 1.183.906.000. Distribusi bantuan tersebut berlangsung di halaman Kantor Desa Leong Senin, (1/06/2020).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh segenap anggota BPD Desa Leong, dan sejumlah anggota relawan gugus tugas Covid-19 tingkat Desa Leong.

Selain itu, anggota DPRD Manggarai Timur Bonaventura Jemarut, aparat kepolisian Pospol Mano, anggota Bhabinkamtibmas wilayah kecamatan Poco Ranaka, para pemuda, tetua adat dan sejumlah masyarakat juga menghadiri acara tersebut.

Kepala Desa Leong Yohanes Jeharu dalam sambutannya menjelaskan, distribusi BLT tersebut merupakan tindak lanjut atas Permendes PDTT Nomor 6 tahun 2020 dan peraturan perubahan Nomor 11 tahun 2020 tentang prioritas penggunaan Dana Desa ( DD ) tahun 2020 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 40/PMK.07/2020, dalam upaya penanganan Corona Virus Disease 2019 ( COVID-19 ).

“Berdasarkan Permendes PDTT, bantuan ini selanjutnya disebut Bantuan Langsung Tunai Dana Desa ( BLT – DD ) tahun 2020 untuk penanganan dampak Corona Virus Disease 2019 ( Covid-19 ),” ungkap Kades Leong Yohanes Jeharu.

Alokasi bantuan senilai Rp 354,600,000 itu didistribusikan kepada 179 Kelompok Penerima Manfaat ( KPM ), “Dengan rincian Rp 600.000 setiap orang selama tiga bulan terhitung sejak bulan Mei, Juni sampai Juli 2020,” tambahnya.

“Total keseluruhan BLT DD Desa Leong untuk penanganan dampak Covid-19 senilai Rp 354,600,000 atau 30% dari desa tahun 2020 yaitu Rp 1.183.906.000,” jelas Yohanes Jeharu.

Distribusi BLT – DD tahap pertama bulan Mei dan tahap kedua bulan Juni disalurkan secara bersamaan kepada penerima manfaat, ” Total uang beredar di Desa Leong sebanyak Rp 214,800,000,” kata Yohanes.

“Hari ini masyarakat penerima manfaat bantuan masing-masing mendapatkan uang senilai Rp 1,200,000 untuk dua bulan atau tahap satu dan tahap dua. Sisanya akan dibagikan pada tahap ketiga,” tambahnya.

Berdasarkan Buku Induk Kependudukan ( BIG ) Desa Leong tahun 2020, jumlah KK sebanyak 506 KK sedangkan jumlah penduduknya sebanyak 2236 jiwah, “Tidak semua masyarakat bisa mendapatkan bantuan penanganan Covid-19 ini, ” jelasnya.

Sedangkan masyarakat yang belum diakomodir dalam anggaran BLT DD penanganan Covid-19 Desa Leong sebanyak 34 KK.

“Mereka yang belum terakomodir ini akan mendapatkan Bantuan Sosial Tunai ( NST ) dari APBD I melalui dinas sosial kabupaten Manggarai Timur,” kata Yohanes Jeharu

Kades Leong itu memastikan distribusi BLT – DD diprioritaskan bagi masyarakat non- PKH atau yang belum pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah, ” Bukan masyarakat penerima manfaat program keluarga harapan ( PKH ) dan jenis bantuan lain yang pernah diterima” imbuhnya.

Mengantisipasi dampak ekonomi selama masa Pandemi Covid-19, Yohanes Jeharu berharap KPM BLT bisa memanfaatkan dana bantuan untuk belanja kebutuhan pokok keluarga.

“Gunakan uang ini untuk membeli beras selama masa Pandemi Covid-19. Jangan beli rokok atau justru menggunakan uang bantuan dari pemerintah ini untuk berjudi,” tegasnya.

Sedangkan anggota DPRD Kabupaten Matim Bonaventura Jemarut pada kesempatan itu memapa hasil keputusan sidang anggota Dewan terkait kebijakan anggaran penanganan Covid-19,

“Khusus untuk masyarakat yang tidak terakomodir dalam anggaran BLT DD maka akan mendapatkan bantuan pemerintah melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah ( APBD ) Kabupaten Manggarai Timur tahun 2020,” ungkap Bonaventura.

Polisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menegaskan agar pemerintah Desa Leong harus bersikap adil, merata dan transparan dalam mendistribusikan BLT DD.

“Konsep adil dan merata dalam konteks penyaluran BLT DD ini adalah harus diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ungkap Bonaventura.

Anggota Dewan dari dapil Poco Ranaka itu juga menuturkan, ” Dalam kapasitas kami sebagai anggota DPRD Manggarai Timur, akan tetap perjuangkan hak dan keadilan bagi masyarakat khususnya Dapil Pocong Ranaka,” ungkapnya.

Bonaventura juga menambahkan, sejumlah rancangan peningkatan infrastruktur dasar di Manggarai Timur terancam gagal akibat “refocusing” APBD dalam rangka penanganan dampak Covid-19.

“Sencana peningkatan infrastruktur dasar di Manggarai Timur sudah diperjuangkan namun hanya beberapa kegiatan saja yang terealisasi. Hal itu disebabkan karena sejumlah anggaran dialihkan pada penanganan dampak Covid-19,”.

Penulis: Yohanes Marto.

Pos terkait