Nasari Group Beri Bantuan APD ke Pengurus Pusat Muhammadiyah

  • Whatsapp

Jakarta, ArahKata – Pandemi Corona Virus Disease-19 (Covid-19), bukan hanya merenggut ribuan korban jiwa di Indonesia, tapi juga berdampak pada perekonomian masyarakat di berbagai sektor.

Hal tersebut, menjadi kepedulian besar dari berbagai kalangan, untuk membuat masyarakat yang terdampak wabah Covid-19 ini, salah satunya Nasari Group.

Bukan hanya kepada masyarakat, dalam dua minggu terakhir Nasir Group juga mendistribusikan bantuan berupa Alat Pelindung Diri (APD) ke beberapa Rumah Sakit (RS) dan Puskesmas.

Program Nasir Group tersebut, dilakukan secara nasional sebagai bentuk kepedulian terhadap para tim medis untuk melawan pandemi Covid-19, yang tengah melanda wilayah Indonesia secara umum.

Aksi peduli ini, diharapkan dapat memberikan rasa optimisme dan gotong royong untuk melawan pandemi Covid-19 yang hingga saat ini masih terus menjadi keresahan masyarakat.

Ketua KSPPS Nasari Syariah, Chandra Vokav Saritua mengatakan, bantuan APD ini merupakan produksi UKM, yang terdiri dari hazmat suit, medical goggle, face shield, surgery mask, shoe cover, dan medical gloves.

Kata Chandra, APD ini akan diberikan kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang nantinya akan disebarkan ke 71 RS Muhammadiyah yang ada di beberapa daerah.

“Total bantuan berjumlah 3.000 buah dan 300 liter cairan disinfektan,” ujar Chandra di Jakarta Jumat 1 Mei 2020.

Menurut Chandra, ini merupakan bakti sosial tahap pertama dan akan ada lagi bantuan tahap selanjutnya hingga Agustus, dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia, sebanyak 75.000 masker, 7.500 APD, 7.500 paket sembako, 7.500 paket berbuka puasa, serta 750 penyemprotan disinfektan di pesantren, masjid dan tempat ibadah lainnya.

Semoga itu, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menyampaikan apresiasi kepada Nasir Group yang telah peduli terhadap para tim medis yang tengah berjuang melawan wabah virus corona.

“Kami berterimakasih kepada koperasi Nasari karena bantuan ini sangat membantu petugas di lapangan yang sampai sekarang terus bekerja semaksimal mungkin memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tutur Abdul Mu’ti.

Ia memaparkan, pada 28 April lalu 2020 lalu, sebanyak 71 RS Muhammadiyah yang terlibat dalam penanganan Covid-19, dari jumlah tersebut, 2.500 pasien yang tengah menjalani perawatan di RS Muhammadiyah.

Ia menyebutkan, bukan soal jumlah yang diberikan tetapi semangat gotong-royong dalam melawan Covid-19 ini patut kami berikan apresiasi.

“Sekarang ini dibutuhkan bahu-membahu menyelesaikan masalah, bukan saling menyalahkan,”tandasnya. (Wahyuandi)

Pos terkait