Niatan Maju Laga Pilkada 2020, Mas Kelana Ingin Menata Sidoarjo Jadi Lebih Baik

  • Whatsapp

Sidoarjo, ArahKata – Menjadi seorang pemimpin tak semudah membalikkan telapak tangan. Lantaran, penuh tantangan dan rintangan. Apabila tak mampu melampauinya, dia akan tergelincir masuk jurang.

Hal itu sebagaimana dialami sejumlah oknum pejabat pemerintah daerah di Sidoarjo awal Januari 2020 lalu. Mereka terjerat kasus korupsi yang merugikan negara hingga milyaran rupiah. Tindakan penyimpangan mereka terbongkar oleh lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sekarang, mereka masih menjalani masa persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya.

Meski begitu, anehnya beberapa pejabat pemerintah daerah ini notabene masuk bagian jajaran dari oknum pejabat yang tersangkut persoalan hukum itu, seperti tak memiliki ‘dosa’. Justru, mereka terkesan memaksakan diri berebut tiket (rekom Parpol) untuk dapat tampil dalam kontestasi politik pada laga Pilkada Sidoarjo, 9 Desember 2020 mendatang.

“Tapi, saya yakin Parpol tak asal beri rekom. Tentu, melalui pertimbangan matang menentukan siapa calon kepala dan wakil kepala daerah yang paling layak diusungnya,” ungkap netizen menyoal pejabat daerah turut berebut rekom Parpol itu.

Nah, apa tanggapan bakal calon Bupati Sidoarjo 2021-2024 dari PDI-P dan PAN, H. Kelana Aprilianto, akrab disapa Mas Kelana ini mengenai masalah tersebut? ArahKata menyajikannya sepintas dalam tulisan ini.

Dikatakan Mas Kelana, siapapun berhak jadi pemimpin, termasuk mencalonkan diri sebagai kepala atau wakil kepala daerah sesuai mekanisme yang diatur dalam undang-undang.

“Larangan mencalonkan itu berlaku bagi siapapun yang dicabut hak politiknya atau pernah menjalani hukuman, akibat perkara tertentu,” ujarnya.

Sebenarnya, tambah Mas Kelana, seseorang ingin menjadi pemimpin tergantung pada niat awalnya.

“Ya, dia berniat benar-benar mau mengabdi untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara atau memperkaya diri pribadi dan kelompoknya? Itu saja yang terpenting,” ucapnya.

Selanjutnya, Mas Kelana menegaskan, dia maju dalam laga Pilkada Sidoarjo itu atas dasar niat ingin mengabdi untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.

“Karena itu, kelak masyarakat Sidoarjo menaruh kepercayaan kepada saya untuk mengemban amanah sebagai bupati, saya akan menata Sidoarjo lima tahun ke depan jadi lebih baik,” tandasnya.

Pos terkait