Pejuang Bravo Lima Kabupaten Tangerang Beri Bantuan Masker dan Penyemprotan Disinfektan

  • Whatsapp

Tangerang, Arahkata – Penyebaran virus corona (Covid-19) semakin masiv dan sulit dibendung. Salah satu cara menekan penyebaran virus ini dengan mengikuti protokol dari pemerintah untuk menjaga diri dan lingkungan dari wabah Corona yang telah menyebar ke seluruh negara di dunia ini.

Pemerintah menghimbau masyarakat untuk mematuhi protokol dalam mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Himbauan itu juga direspon dengan tindakan nyata Pejuang Bravo Lima Kabupaten Tangerang, Banten.

Bersama masyarakat Kabupaten Tangerang, Pejuang Bravo Lima bersatu mengantisipasi penyebaran virus covid-19, dengan memberikan bantuan alat pelindung diri berupa masker dan penyemprotan Disinfektan ke rumah- rumah warga dan menyisir setiap tiap gang yang dilakukan di Kampung Curug Kulon Desa Curug Kulon Kecamatan Curug , Kabupaten Tangerang, pada Minggu (12/4/2020).

Ketua Pejuang Bravo Lima Kabupaten Tangerang, Reza Pahlevi menghimbau kepada masyarakat untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah menyentuh benda apa pun dan itu salah satu cara yang paling ampuh untuk membunuh virus.

“Namun, apabila tidak bisa mencuci tangan segera, maka bisa menggunakan cairan pembersih tangan dengan bijak dan aman” ujar Ketua Bravo Kabupaten Tangerang

Reza Pahlevi juga menambahkan, Pelaksanaan hari ini selain melakukan penyemprotan dengan disinfektan juga membagikan alat pelindung diri berupa masker kepada waraga Kampung Curug Kulon tepatnya di RT.01,02 dan 03 di RW.01.

Menurutnya, disinfektan merupakan senyawa kimia yang digunakan untuk proses dekontaminasi yang membunuh mikroorganisme, yakni virus dan bakteri, pada permukaan benda mati, seperti lantai, meja, peralatan medis, dan benda lain yang sering kita sentuh.

“Dalam rangka pencegahan COVID-19, penyemprotan disinfektan dengan cara mirip pengasapan (fogging) tidak dianjurkan karena berbahaya bagi kulit. Tidak dianjurkan secara berlebihan seperti fogging karena dapat menimbulkan iritasi kulit, bahkan mengganggu pernapasan,” tambah Reza Pahlevi.

Pos terkait