Peringati 27 Juli, Jokowi Diminta Jadi Presiden yang Dibanggakan Rakyat

  • Whatsapp
Ketua Umum Kombatan Budi Mulyawan.

Jakarta, ArahKata – Pada saat ini, bangsa-bangsa di dunia sedang dilanda wabah virus Covid 19, tanpa kecuali termasuk bangsa Indonesia, di wilayah terdampak, penderita covid 19 masih mengalami lonjakan yang cukup mengkawatirkan.

Setelah sekian lama, bangsa ini bergelut dengan wabah, timbul masalah baru yang merupakan ekses yang tidak dapat dihindari dari wabah tersebut, yakni masalah sosial yang nyaris menuju krisis ekonomi.Walaupun, sebagian wilayah telah menyatakan siap memasuki fase, “Normal Baru”. Fase beradaptasi dengan lingkungan baru, dimana virus corona (covid 19) ada didalamnya.

Dalam menghadapi wabah, dengan krisis ekonomi menghantui, diperlukan keseriusan pemerintah dan segenap elemen masyarakat untuk memasuki fase „Normal Baru” dan menghindar dari krisis. Presiden Jokowi telah menyatakan, siap dengan langkah langkah ekstra (extra ordineri).

Dalam melaksanakan langkah langkah ekstra tersebut Presiden Jokowi diantaranya telah membubarkan 18 lembaga yang dianggab sudah tidak efektif lagi, Presiden Jokowi juga telah menunjuk Menteri BUMN (Erik Tohir) sebagai Kordinator Satgas Pemulihan Ekonomi, yang sekaligus membuktikan, bahwa Indonesia sedang menghadapi ambang Krisis Ekonomi.

Ketua Umum Kombatan Budi Mulyawan, SH, mengatakan dalam menghadapi persoalan bangsa dan menjalankan visi dan misi Presiden, Pemerintah tidak boleh lepas dari cita-cita luhur bangsa dan amanat Reformasi, malah, Presiden Jokowi telah menyatakan dengan tegas kepada seluruh pembantunya untuk melaksanakan Visi dan Misi Presiden.

“Bagi para pembantu Presiden yang gagal (tidak mampu) melaksanakan tugas tersebut, Harus Diganti..!!!. Presiden Jokowi harus berani dan tegas, sebab yang dipertaruhkan lebih dari 250 juta nasib dan masa depan rakyat Indonesia. Jadilah Presiden yang Dibanggakan Rakyatnya, Bukan Sebaliknya,” tegasnya dalam siaran persnya, Minggu (26/7).

Budi menambahkan, jangan sia siakan perjuangan panjang pejuang pejuang Reformasi yang telah menunbangkan rezim Otoriter. Dari tonggak pergerakan peristiwa 27 Juli 1996 yang pada akhirnya melahirkan Reformasi 1998 serta Pilpres langsung. Presiden Jokowi “anak kandung” Reformasi yang dilahirkan dari “Rahim Kaum Nasionalis”, sebagai „anak kandung‟ seyogyanya “tidak berpaling dari saudara-saudaranya” yang telah setia mendukung, memenangkan dan mengawal beliau sejak Walikota Solo hingga Presiden RI. JASMERAH..!!!

“Langkah berani Presiden Jokowi, ditunggu Kaum Nasionalis., agar Percepatan penanganan pandemi Covid 19 dan pemulihan ekonomi bangsa dapat segera dituntaskan dan segala kebijakan/regulasi serta seluruh program pemerintah dapat diimplementasikan dengan baik dan benar,
sehingga Visi dan Misi Presiden Jokowi yang telah dicanangkan, dapat segera dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga bangsa,” pungkasnya.

Pos terkait