oleh

Selain Pengendalian Covid-19, Pemprov DKI Jakarta Tetap Waspada DBD

Jakarta, ArahKata – Pemprov DKI Jakarta terus mewaspadai pergerakan kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayahnya. Sejak awal tahun ini, sedikitnya ada 970 kasus DBD terjadi.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan, DKI Jakarta adalah daerah endemis DBD. Artinya, setiap tahun kasus DBD selalu terjadi di Jakarta dan bukan suatu penyakit yang baru dikenal.

Menurutnya, meskipun saat ini tengah menghadapi pengendalian Covid-19, DKI tetap waspada DBD. “Kami dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga kita jaga termasuk early warning system dengan lapisan masyarakat dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). kami tentunya siaga, DBD bagian dari yang patut kita waspadai,” kata Widyastuti kepada wartawan, Jumat (13/3/2020).

Widyastuti menjelaskan, kasus DBD yang terjadi selama 2020 memang mengalami peningkatkan. Dari 275 kasus pada Januari 2020, meningkat menjadi 600 kasus pada Februari 2020, dan 95 kasus hingga 10 Maret 2020.Namun, kata dia, jumlah kasus DBD pada tahun ini jauh di bawah kasus yang terjadi tahun lalu, yakni 989 kasus pada Januari 2019, 1.569 kasus pada Februari 2019, dan 1.983 kasus pada Maret 2019.

Berdasarkan pemetaan wilayah, kasus DBD tertinggi pada 2020 terjadi di Jakarta Barat dengan 269 kasus, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur dengan masing-masing 265 kasus. Kemudian, di Jakarta Utara ada 103 kasus, di Jakarta Pusat 62 kasus, dan Kepulauan Seribu 6 kasus.

“Data di kita dengan tahun kemarin sangat jauh. Meskipun angkanya masih jauh dari tahun lalu kita tetap waspada. Jadi SOP terhadap tata laksana DBD mulai dari upaya pencegahan masyaraat maupun klinis tetap kita jaga,” imbuhnya. (SR)

Komentar

News Feed