Soal Pasar Senin Kamis, Pedagang Sebut Sewa Ke PJKA

  • Whatsapp

Jakarta, arahkata – Pasar Senin Kamis Bongkaran Jalan Jembatan Tinggi, Tanah Abang, Jakarta Pusat telah resmi beroperasi sejak Kamis 23 Juli 2020 lalu. Hal tersebut diutarakan salah satu pedagang yang berada di Bongkaran.

“Baru dua kali buka,” ujar seorang pedagang, saat dilakukan penelusuran ke lokasi, Senin (27/7/20).

Namun dari pantauan di lapangan, belum banyak pedagang yang bergabung di lahan Bongkaran tersebut. Terlihat tidak lebih dari 10 mobil yang memajang dagangan.

“Jualannya dari pagi pukul 8 hingga pukul 11 siang, hanya senin kamis,” jelasnya.

Menurut pedagang lain, pasar yang terlihat dijaga oleh beberapa anggota berseragam tersebut disewa pengelola ke Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA)

“Ini lahannya PJKA punya, sata sewanya ke PJKA, ada yang ngontrak katanya Tentara Jenderal yang ngontrak,” terang pedagang tersebut.

Hal tersebut sejalan dengan pernyataan Humas PT KAI, Eva Chairunisa melalui pesan WhatsApp, Kamis (23/7/20) lalu yang menegaskan bahwa lahan tersebut merupakan milik PT KAI.

“Tanah tersebut milik PT KAI,” tegas Eva.

“Pada saat nya akan dimanfaatkan, semua akan ditertibkan,” pungkas Eva.

Lebih jauh, pedagang tadi juga mengungkapkan bahwa lahan tersebut sedang menjadi rebutan beberapa pihak yang juga melibatkan oknum preman.

“Ini tanah rebutan, yang ngelola anak buahnya,” ungkapnya.

Saat akan ditemui, pengelola pasar Senin Kamis Tersebut ternyata sedang tidak ada di lokasi.

“Pengelolanya hanya seminggu sekali tapi ada yang ngejaga,” tutupnya.

Sementara menurut salah satu pedagang mengaku dirinya baru dua kali berjualan selama pasar tersebut dibuka.

“Ya, jualannya dari pagi jam 8 hingga jam 11 siang aja dan hanya hari Senin Kamis,” jelasnya, Senin (27/7).

Hanya saja, kata pedagang baru beberapa mobil saja berjualan.” Iya ini kan waktu dulu disini juga pindah ke Cideng,” terangnya.

Pedagang juga mengaku dirinya menyewa ke PJKA pasalnya lahan tersebut milik PJKA atau lebih dikenal PT KAI.

“Saya sewanya ke PJKA, tanah ini ada yang ngontrak katanya tentara jenderal yang ngontrak,” ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan pedagang lain bahwa lahan yang menjadi rebutan tersebut milik PJKA.

“Ini ada yang ngontrak, kalau dulu disana yang ngontrak seseorang tapi yang ngelolanya salah seorang oknum,” terangnya.

Namun, kata pedagang sekarang pengelolanya ganti dengan yang baru.

“Ini tanah rebutan, itu ketuanya yang ngelola anak buahnya,” jelasnya.

Pengelolanya, menurut pedagang datangnya hanya seminggu sekali tetapi lahan tersebut ada yang menjaga oknum anggota.

(Edi)

Pos terkait